Contoh Mini Riset Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa/Mahasiswi Menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber (studi kasus pada mahasiswa/mahasiswi unsiq wonosobo)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA/MAHASISWI MENABUNG DI BMT SURYA SEKAWAN KALIBEBER
(STUDI KASUS PADA MAHASISWA/MAHASISWI UNSIQ WONOSOBO)

Tugas ini disusun guna memenuhi ujian mata kuliah statistik II, yang diampu oleh Ibu Kurniawati Mutmainah, SE., M.Si.

LOGO UNSIQ

Disusun oleh :
Ahmad Abidin Akuntansi / 5011.001
Kiki Permatasari Akuntansi / 5011.020
Miftahudin Akuntansi / 5011.026
Riza Akhmad Ghifari Akuntansi / 5011.036
Dany Ariyanto Akuntansi / 5011.052

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2012 / 2013

ABSTRAK

     Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingkat perkembangan BMT di Kalibeber yang tinggi yang tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah nasabah yang seimbang. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi jumlah nasabah yang menabung di BMT Surya Sekawan. Penyedia pelayanan terhadap nasabah harus menyiapkan strategi terbaik untuk menarik konsumen atau nasabah agar menabung di BMT tersebut, karena dengan munculnya persaingan BMT baru yang menawarkan berbagai fasilitas maka nasabah semakin kolektif dalam memilik BMT.
Peran BMT Surya Sekawan sebagai lembaga keuangan syariah sejatinya adalah sebagai lembaga intermediasi antara pemilik dana dengan pelaku usaha. Pembiayaan syari’ah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan usaha anggota sesuai dengan system syari’ah yang terbebas dari transaksi ribawi.
Dengan menggunakan system syari’ah anda akan mendapatkan layanan yang adil karena kemajuan usaha anda adalah kebahagiaan kami. Masalah dalam penelitian ini adalah “ faktor – faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa/mahasiswi menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber (Studi Kasus Pada Mahasiswa/Mahasiswi UNSIQ Wonosobo”. Yang secara khusus difokuskan pada tiga variabel yaitu fasilitas, lokasi dan pelayanan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mempelajari pengaruh tiga variabel tersebut dalam mempengaruhi minat mahasiswa untuk menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber. Setelah melakukan kajian literatur dan penyusunan hipotesis, data yang dikumpulkan memalui kuesioner pada 75 mahasiswa UNSIQ yang diperoleh menggunakan teknik sampling sistematik. Kemudian dilakukan analisis data yang diperoleh dengan menggunakan analisis regresi berganda. Analisis ini mencakup: validitas dan reliabilitas, analisis regresi berganda, pengujian hipotesis dan analisis koefisien deter minasi ( R2 ). Dari analisis tersebut diperoleh analisis regresi:
Y = 12.773-0,257 X1-0,299X2+0,403X3
Dimana variabel minat mahasiswa untuk menabung (Y), fasilitas (X1), lokasi (X2) dan pelayanan (X3) diuji menggunakan uji hipotesis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara signifikan mempengaruhi minat mahasiswa sebagai variabel dependen. Kemudian memalui uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel fasilitas, lokasi dan pelayanan yang tepat untuk menguji variabel minat mahasiswa untuk menabung. Angka Adjusted R square sebesar 0,118 menunjukkan bahwa 11,8 persen variabel minat mahasiswa untuk menabung dapat dijelaskan melalui ketiga variabel independen dalam persamaan regresi. Sedangkan sisanya 88,2 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar ketiga variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
Kata kuci : minat mahasiswa untuk menabung, fasilitas, lokasi dan pelayanan.

KATA PENGANTAR

     Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami berhasil menyelesaikan mini riset yang berjudul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA/MAHASISWI MENABUNG DI BMT SURYA SEKAWAN KALIBEBER (STUDI KASUS PADA MAHASISWA/MAHASISWI UNSIQ WONOSOBO)”. Guna memenuhi tugas mata kuliah statistik II di Fakultas Ekonomi Universitas Sains Al-Qur’an Jawa Tengah Di Wonosobo.
Akhirnya sebagai pihak yang telah memberikan bantuan fisik, moral, serta material hingga terselesainya mini riset ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Drs. Muntohar,M.M., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas   Sains Al-Qur’an Jawa Tengah Di Wonosobo.
2. Ibu Kurniawati Mutmaimh,S.E.,M.Si. selaku Dosen pengampu mata kuliah statistik II.
3. Orang tua, serta pihak keluarga yang memberikan dukungan baik moril maupun materiil kepada penulis.
4. Semua pihak yang paling tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah membantu menyelesaikan tugas mini riset ini.
Dengan penuh kesadaran kami menyadari bahwa dalam penyusunan mini riset ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sebgai kesempurnaan selal penulis harapkan, demikian mini riset ini semoga dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta pihak-pihak yang membutuhkan.

DAFTAR ISI

Halama Judul
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Gambar
Daftar Tabel
Daftar Lampiran
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Fasilitas
2.1.2 Lokasi
2.1.3 Pelayanan
2.1.4 Minat Mahasiswa/Mahasiswa Menabung
2.2 Kerangka pemikiran
2.3 Hipotesis penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
3.2 Lokasi Penelitian
3.3 Obyek Penelitian
3.4 Variabel Penelitiab 11
3.5 Sumber dan Jenis Data 11
3.6 Populasi dan Sampel
3.7 Metode Pengumpulan Data dan Metode Analisis
3.8 Tekhnik Analisi
3.8.1 Uji Kualitas Data
3.8.2 Uji Koefisien Korelasi
3.8.3 Uji Koefisien Determinasi
3.8.4 Uji Koefisien Garis Regresi
3.8.5 Uji Koefisien Hipotesis
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Uji Kualitas Data
4.1.1 Uji Validitas
4.1.2 Uji Reliabilitas
4.2 Uji Koefisien Korelasi
4.3 Uji Koefisien Determinasi
4.4 Uji persamaan Garis Regresi
4.5 Pengujian Hipotesis
4.5.1 Pengujian Pengaruh Fasilitas Terhadap Minat Mahasiswa/Mahasiswi
Menabung
4.5.2 Pengujian Pengaruh Lokasi Terhadap Minat Mahasiswa/Mahasiswi
Menabung
4.5.3 Pengujian Pengaruh Pelayanan Terhadap Minat Mahasiswa/Mahasiswi Menabung
4.5.4 Pengujian Pengaruh Fasilitas, Lokasi Dan Pelayanan Terhadap
Minat Mahasiswa/Mahasiswi Menabung
4.6 Pembahasan
4.6.1 Pengujian Pengaruh Fasilitas Terhadap Minat Mahasiswa/Mahasiswi
Menabung
4.6.2 Pengujian Pengaruh Lokasi Terhadap Minat Mahasiswa/Mahasiswi
Menabung

4.6.3 Pengujian Pengaruh Pelayanan Terhadap Minat Mahasiswa/Mahasiswi Menabung
4.6.4 Pengujian Pengaruh Fasilitas, Lokasi Dan Pelayanan Terhadap
Minat Mahasiswa/Mahasiswi Menabung

BAB V KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2,1 : Model Penelitian

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 : Hasil Uji Validitas
Tabel 4.2 : Hasil Uji Reliabilitas
Tabel 4.3 : Hasil Uji Koefisien Korelasi
Tabel 4.4 : Model Summary
Tabel 4.5 : Kofisien
Tabel 4.6 : Hasil Penguji Pengaruh Fasilitas Terhadap
Minat Mahasiswa Menabung
Tabel 4.7 : Hasil Penguji Pengaruh Lokasi Terhadap
Minat Mahasiswa Menabung
Tabel 4.8 : Hasil Penguji Pengaruh Pelayanan Terhadap
Minat Mahasiswa Menabung
Tabel 4.9 : Hasil Penguji Pengaruh Fasilitas, Lokasi Dan
Pelayanan Terhadap Minat Mahasiswa Menabung
Tabel 4.10 : Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuesioner
Lampiran 2 Data responden
Lampiran 3 Uji Validitas minat mahasiswa menabung
Lampiran 4 Uji Validitas fasilitas
Lampiran 5 Uji Validitas lokasi
Lampiran 6 Uji Validitas pelayanan
Lampiran 7 Uji Reliabilitas minat mahasiswa menabung
Lampiran 8 Uji Reliabilitas fasilitas
Lampiran 9 Uji Reliabilitas lokasi
Lampiran 10 Uji Reliabilitas pelayanan
Lampiran 11 Uji Hipotesis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah

Islam mengajarkan pada pemeluknya untuk berperan aktif dalam mengembangkan ekonomi umat. Salah satu upaya untuk mengembangkan ekonomi umat di Indonesia adalah dengan pendirian bank syariah, pada saat pemerintah mengeluarkan paket kebijakan moneter yang mengatur deregulasi industri perbankan di Indonesia. Bank syariah didirikan dengan tujuan mempromosikan dan mengembangkan peranan prinsip-prinsip Islam dan tradisinya kedalam transaksi keuangan dan perbankan serta bisnis lainnya.

Bank syariah adalah bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Bank sebagai lembaga intermediasi, menerima simpanan dari nasabah dan meminjamkan kepada nasabah lain yang membutuhkan dana, dari simpanan para nasabah itu, bank memberi imbalan berupa bunga. Dalam perbankan syariah, tidak terdapat sistem bunga karena prinsip operasionalnya menggunakan bagi hasil.

Keberadaan bank syariah dalam sistem perbankan di Indonesia sebenarnya telah dikembangkan sejak tahun 1992 sejalan dengan UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan. Namun demikian UU tersebut belum mampu memberikan landasan yang kuat terhadap perkembangan perbankan, karena belum secara tegas mengatur mengenai pengembangan lembaga keuangan tersebut, melainkan hanya mengenai sistem bagi hasil. Pengertian bank bagi hasil yang dimaksudka dalam undang-undang tersebut belum mencangkup secara tepat terhadap bank bagi hasil, demikian pula dengan ketentuan operasional, sampai dengan tahun 1998 belum terdapat perangkat hukum operasional yang lengkap secara khusus mengatur usaha kegiatan bank syariah.

Pada masa sekarang ini, bank syariah telah mampu memberikan bantuan kepada pemerintah terutama sektor permodlan yang sangat mudah untuk didapatkan oleh seorang pengusahan dalam menghidupkan kembali sendi-sendi investasi di Indonesia. Dengan keberadaan bank syariah yang semakin memberikan prospek yang cerah terhadap iklim investasi didalam negeri, mendorong munculnya lembaga-lembaga keuangan syariah yag sejenis, sehingga bermunculan Baitul Mal Tamwil (BMT) diseluruh Indonesia.

Lembaga Baitul Maal (rumah dana), merupakan lembaga bisnis dan sosial yang pertama dibangun oleh Nabi. Lembaga ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan. Para ahli ekonomi Islam dan sarjana ekonomi Islam sendiri memiliki sedikit perbedaan dalam menafsirkan Baitul Mal ini. Sebagian berpendapat bahwa Baitul Mal itu semacam bank sentral, seperti yang ada saat ini. Tentunya dengan berbagai kesederhanaannya karena keterbatasan yang ada. Sebagian lagi pendapatan, bahwa baitul mal semacam menteri keuangan atau bendahara negara. BMT adalah lembaga ekonomi mikro yang beroperasi bedasarkan prinsip-prinsip syariah. Karena merupakan lembaga keuangan, BMT juga menghimpun dan menyalurkan dana dari masyarakat. Lembaga ini secara tidak langsung bersentuhan dengan masyarakat tingkat ekonomi menengah kebawah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lembaga keuangan bank maupun non bank yang bersifat formal, yang beropeasi di perdesaan, umumnya tidak dapat menjangkau lapisan masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah. Ketidakmampuan tersebut terutama dari sisi penangunan resiko, biaya operasional, dan dalam indentifikasi usaha pemantauan penggunaan kredit yang layak usaha. Ketidakmampuan lembaga ini menjadi penyebab kekosongan pada segmen pasar keuangan di wilayah perdesaan. Akibatnya 70% sampai 90% kekosongan ini diisi oleh lembaga keuangan non formal yang ikut beroperasi, seperti rentenir (bank plecit dalam bahasa jawa) dengan menggunakan suku bunga yang sangat tinggi. Sehingga kehadiran BMT merupakan angin segar bagi masyarakat. Begitu juga dengan BMT Surya Sekawan sebagai salah satu lembaga keuangan yang ada di Kalibeber menawarkan produk yang bermacam-macam kepada masyarakat, baik itu produk simpanan maupun pembiayaan.

Dalam bisnis hal apapun tidak bisa melepaskan diri dari kualitas pelayanan. Apalagi dalam bisnis jasa, kualitas pelayanan menjadi hal yang sangat penting sebagai pemberian mutu tertinggi kepada konsumen (nasabah). Konsumen akan merasa puas jika sistem pelayanan yang diberikan oleh perusahaan sesuai dengan yang diharapkan oleh nasabah. Sebaliknya nasabah akan merasa kecewa jika sistem pelayanan yang diberikan oleh perusahaan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan (nasabah).

Sejak didirikannya kantor BMT Surya Sekawan Kalibeber kurang lebih 15 tahun yang lalu, jumlah nasabahnya terus meningkat. Hingga saat ini jumlah nasabah BMT Surya Sekawan Kalibeber berjumlah 2.000 orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa publik telah mengenal sama sekaligus citra dari BMT Surya Sekawan Kalibeber baik melalui iklan, informasi dari mulut ke mulut, maupun pengalaman dari seseorang yang telah menjadi nasabah. Selain itu juga letak BMT Surya Sekawan ini tidah jauh dari pasar Kalibeber sehingga banyak masyarakat yang menggunakan jasa BMT Surya Sekawan tersebut.

Di sisi lain faktor pertama dalam pelayanan yang dapat mempengaruhi nasabah terhadap menabung adalah fasilitas (keberwujudan). Faktor ini sangat mendukung terhadap kualitas pelayanan yang diberikan, faktor sarana dan prasarana seperti kenyamanan ruang, peralatan yang tersedia untuk membantu nasabah senang melakukan transaksi di bank dengan fasilitas yang memadai dan peralatan yang mencungkupi, maka nasabah akan merasa uas untuk menabung di bank tersebut. Faktor yang kedua adalah keandalan (reliability), merupakan kemampuan dari karyawan BMT untuk dapat melaksanakan sistem pelayanan yang semestinya. Sedangkan faktor ketiga adalah kepastian (assurance), merupakan pengetahuan dan keramahan karyawan serta kemampuannya untuk memberikan kesan dapat dipercaya dan penuh keyakinan. Faktor keempat adalah lokasi, merupakan suatu tempat BMT dimana perusahaan harus bermarkas dan melakukan operasi.

Berdasarkan latar belakang atau permasalahan diatas, penyusunan tertarik melakukan penelitian tentang “     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA/MAHASISWI MENABUNG DI BMT SURYA SEKAWAN KALIBEBER”.  Diindifikasikan bahwa mahasiswa atau nasabah dipengaruhi oleh sistem fasilitas, pelayanan dan lokasi. Oleh karena itu penyusunan mengadakan penelitian sekaligus menganalisis, mengkaji serta membahasnya lebih jauh lagi untuk menjelaskan masalah tersebut. Penyusunan memilih BMT Surya Sekawan Kalibeber merupakan salah satu BMT yang diminati oleh masyarakat atau nasabah.

1.2    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan penulis maka dapat dirumuskan masalahnya yaitu :

  1. Apakah fasilitas mempengaruhi minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber ?
  2. Apakah lokasi mempengaruhi minat mahasiswa UNSIQ menabung untuk di BMT Surya Sekawan Kalibeber ?
  3. Apakah pelayanan mempengaruhi minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber ?
  4. Apakah fasilitas, lokasi dan pelayanan mempengaruhi minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan?

1.3    Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

  1. Untuk membuktikan pengaruh fasilitas terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber.
  2. Untuk membuktikan pengaruh lokasi terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber.
  3. Untuk membuktikan pengaruh pelayanan terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber.
  4. Untuk membuktikan pengaruh positif fasilitas, lokasi dan pelayanan terhadap mahasiswa menabung di BMT Surya Sekawan.

1.4    Manfaat Penelitian

Adapun manfaat hasil penelitian ini, diharapkan :

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak BMT, yaitu sebagai masukan dan pertimbangan dalam mengembangkan dan menyempurnakan kebijakan BMT, terutama yang berhubungan dengan fasilitas, pelayanan yang disediakan dan pemilihan lokasi sehingga bisa mempertahankan jumlah pelanggan (nasabah).

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Fasilitas

Fasilitas adalah sumber daya fiik yang ada sebelum suatu jasa dapat ditawarkan kepada konsumen atau nasabah (Tjiptono,1997), Sedangkan menurut Sulastiyono (2006) fasilitas adalah penyediaan perlengkapan-perlengkapan fisik untuk memberikan kemudahan kepada para nasabah dalam melakukan menabung. Segala fasilitas yang ada yaiutu kondisi fasilitas, perlengkapan serta kebersihan fasilitas harus diperhatikan terutama yang berkaitan erat dengan apa yang dirasakan atau didapat konsumen secara langsung. Pelanggan memang harus dipuaskan, sebab kalau tidak puas akan meninggalkan perusahaan dan menjadi pelanggan pesaing.

Manfaat fasilitas yang disediakan untuk para pelanggan atau nasabah BMT Surya Sekawan mempunyai tujuan yang hendak dicapai, antara lain mempelancar para nasabah dalam melakukan aktifitas menabung. Agar lebih efisien dan efektif, memungkinkan runag gerak yang lebih leluasa dalam melaksanakan kegiatan, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi yang bersangkutan, serta menimbulkan rasa puas pada orang yan berkepentingan.

2.1.2 Lokasi

            Lupiyoadi (2001) menyatakan lokasi berarti berhubungan dimana perusahaan harus bermarkas dan melakukan operasi. Dalam hal ini ada tiga jenis interaksi yang mempengaruhi lokasi, yaitu :

  1. Konsumen mendatangi pemberi jasa

Apabila keadaanya seperti ini maka lokasi menjadi sangat penting. Perusahaan sebaiknya memilih tempat dekat dengan konsumen sehingga mudah dijangkau, dengan kata lain harus strategis.

  1. Pemberian jasa mendatangi konsumen

Dalam hal ini lokasi tidak terlalu penting tetapi yang harus diperhatikan adalah penyampaian jasa tetap berkualitas.

  1. Pemberi jasa dan konsumen tidak bertemu secara langsung

Berarti penyedia jasa dan konsumen berinteraksi melalui sarana tertentu seperti telepon, komputer, ataupun surat, dalam hal ini lokasi menjadi sangat tidak penting selama komunikasi antar kedua belah pihak dapat terlaksana.

Menurut (Tjiptono, 2006) pemilihan lokasi memerlukan pertimbangan yang cermat terhadap beberapa faktor berikut :

  1. Akses yaitu kemudahan untuk menjangkau.
  2. Visiabilitas yaitu kemudahan untuk dilihat.
  3. Lalu lintas ada 2 hal yang diperhatikan :
  4. Banyaknya orang yang lalu lalang bisa memberikan peluang yang besar erjadinya impuls buying.
  5. Kepadatan dan kemacetan bisa menjadi hambatan.
    1. Tempat parkir yang luas dan aman.
    2. Ekspansi yaitu tersedia tempat yang luas untuk perluasan di kemudian hari.
    3. Lingkungan yaitu daerah sekitar ang mendukung jasa yang ditawarkan.
    4. Peraingan yaitu lokasi dengan pesaing sejenis.
    5. Peraturan pemerintah.

2.1.3 Pelayanan

  1. Pengertian Pelayanan

Secara umum pelayanan menurut sugiarto diartiakan sebagai suatu tindakana seseorang terhadap orang lain melalui penyajian-penyajian produk jasa sesuai dengan ukuran yang berlaku untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan orang yang sedang dilayani. Adapun menurut kamsir, pelayanan dapat didefinisikan sebagai tindakan atau perbuatan seseorang atau organisasi (kumpulan orang) untuk memberikan kepuasaan kepada pelanggan atau nasabah, tindakan tersebut dapat dilakukan melalui cara langsung perhadapan dengan pelanggan dan melayani mereka berupa tindakan yang dilakukan guna memenuhi keinginan akan pelanggan akan suatu produk atau jasa yang mereka butuhkan.

Dalam perusahaan jasa, petugas atau karyawan yang sengaja dibentuk melayani disebut customer service. Sebagai seorang pelayan dalam perusahaan jasa, harus mampu mempunyai kemampuan dan etika dalam melayani pelanggan atau nasabahnya, karena dengan begitu nasabah akan merasa puas menggunakan jasa tersebut sehingga dapat menarik simpati dari masyarakat luar untuk ikut menggunakan jasa perusahaan tersebut.

Customer service merupakan sikap tindakan seorang kepada nasabah, melalui pelayanan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuha nasabah. Perbedaan utama antara perusahaan penghasil barang dengan perusahaan penghasil jasa adalah pada pemasarannya, dimana lebih dituntut untuk memberikan kualitas yang optimal dari costumer service. Nasabah dapat melakukan penilaian yang subjektif terhadap suatu jasa karena merasakan standar kualitas pelayanan yang diberikan berpengaruh pada kepuasan yang hendak diraih.

Bagi perusahaan jasa tertentu cukup sulit untuk mendapatkan standar pelayanan yang sama dimata nasabah. Hal tersebut menuntut kecermatan dalam pengelolaan SDM yang dimiliki agar kinerja optimum dan memuaskan nasabah. Ditengah kondisi persaingan disektor jasa yang semakin meningkat, perusahaan hendaknya terus meningkatkan customer service.

Customer service meliputi berbagai aktifitas diseluruh area bisnis yang berusaha mengkombinasikan antara penjualan jasa untuk memenuhi kepuasan nasabah mulai dari pemasaran, pemprosesan hingga pemberian hasil jasa melalui komunikasi untuk mempererat kerjasama dengan nasabah.

Menurut Plilip Kotler dalam buku Metode Riset Perilaku Konsumen, karya Husein Umar, jasa atau pelayanan merupakan setiap tindakan atau perbuatan yag dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepad pihak lain, yan pada dasarnya bersifat intangibel (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu produk jasa bisa berhubungan dengan produk fisik maupun tidak. Produk yang berupa jasa berbeda dengan produk yang berwujud barang, baik dari segi karakteristik maupun sifatnya.

  1. Dasar-dasar Pelayanan Nasabah

Petugas sebuah lembaga dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima kepada nasabahnya. Agar pelayanan yang diberikan dapat memuaskan nasabah, maka petugas harus memiliki dasar-dasar pelayanan yang kokoh. Pelayanan yang diberikan akan berkualitas jika setiap petugas telah dibekali dasar-dasar pelayanan. Berikut ini dijelaskan dasar-dasar pelayanan yang harus dipahami dan dimengerti antara lain :

Memusatkan perhatian kepada pelanggan

  1. Memusatkan perhatian kepada pelanggan

Cara yang dapat ditempuh antara lain :

a)      Mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang dibicarakan pelanggan dan jangan sekali-kali memotong pembicaraannya.

b)      Memperhatikan sikap tubuh anda, bertindak secara tenang dan rileks.

c)      Menatap mata pelanggan pada saat berbica dan tersenyum, sehingga tatapan mata anda menjadi teduh dan menyejukkan hati orang yang memandang.

d)     Memperhatikan ekspresi wajah anda dan selalu tampilkan senyum ada, dst.

  1. Memberikan pelayanan yang efisien.

Cara yang dapat dilaksanakan, antara lain :

a)      Melayani  pelanggan berikutnya segera selesai dengan yang satu.

b)      Menggunakan waktu seakurat mungkin.

c)      Berbicara seperlunya dengan pelanggan.

d)     Merencanakan apa yang berikutnya akan dilakukan.

e)      Menindaklanjuti pelayanan sampai tuntas, dst.

  1. Membina Hubungan Baik dengan Pelanggan.

Cara yang dapat dilakukan :

a)      Mendengar apa yang disampaikan oleh pelanggan tanpa memotong pembicaraannya.

b)      Menunjukkan simpati dan berbicara dengan penuh perasaan untuk menunjukkan bahwa anda mengerti dan memahami perasaan pelanggan.

c)      Memberikan pelanggan menaggapi, dan berusaha menyelesaikan masalah.

2.1.4 Minat Mahasiswa Untuk Menabung

Menabung adalah menyimpan uang atau sebagian harta yang kita miliki disuatu yang di namakan bank atau koperasi. Menabung juga bisa di artikan sebagai harta yang berupa uang yang telah tersimpan dan dapat diambil sewaktu-waktu. Menabung juga banyak jenisnya seperti deposito jangka panjang dan jangka pendek, investasi dan lain-lain. Manfaat menabung tersebut agar kita bisa menghemat uang untuk kebutuhan yang mendadak dan untuk kebutuhan masa depan agar perputaran uang bisa terus terjadi di Indonesia.

2.2 Kerangka Pemikiran

 

Gambar 2,1 : Metode Penelitian

Keterangan :

Semakin lengkap Fasilitas (X1) yang disediakan oleh BMT Surya Sekawan akan berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk menabung (Y) di BMT Surya Sekawan Kalibeber. Semakin strategis lokasi (X2) BMT Surya Sekawan akan berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk menabung (Y) di BMT Surya Sekawan Kalibeber. Semakin baik pelayanan (X3) yang diberikan BMT Surya Sekawan akan berpengaruh positif terhadap kepuasan mahasiswa untuk menabung (Y) di BMT Surya Sekawan Kalibeber. Dari semua variabel (X) akan berpengaruh positif apabila semua terpenuhi dan disediakan oleh BMT Surya Sekawan terhadap minat mahasiswa untuk menabung (Y) di BMT Surya Sekawan Kalibeber.

2.3 Hipotesis Penelitian

Hipotesis pada dasarnya merupakan proposisi atau anggapan yang mungkin benar dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan atau pemecahan persoalan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut. Dalam hal ini hipotesis diperlukan untuk membuat suatu dugaan pada objek penelitian yang akan diteliti lebih lanjut kebenarannya. ( j. Suprapto, 1994)

H1 :Fasilitas berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan  Kalibeber.

H2 : Lokasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan  Kalibeber.

H3 : Pelayanan berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan  Kalibeber.

H4 : Fasilitas, lokasi dan pelayanan terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

3.1  Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian survey yaitu penelitian yang dilakukan dalam populasi besar maupun kecil.

3.2  Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian berada di BMT Surya Sekawan Kalibeber Wonosobo, beralamat Jl. Raya Kalibeber Km. 03 Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo.

3.3  Obyek Penelitian

Obyek penelitian adalah mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo yang menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber.

3.4  Variabel Penelitian

Variable yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 4 (empat) variabel yang terdiri dari tiga variabel bebas (independent) dan satu variabel terikat (dependent).

  1. Variabel Bebas
    1. Fasilitas (X1)
    2. Lokasi (X2)
    3. Pelayanan (X3)
    4. Variabel terikat dalam penelitian ini minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber merupakan variabel tetap (Y).

3.5  Sumber dan Jenis Data

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam membahas masalah yang dikemukakan, data yang digunakan yaitu :

1)      Data Primer

Yaitu data yang diperoleh dari sumberny, diamati dan dicatat behubungan langsung dengan obyek penelitian ini. Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk memperoleh data primer.

2)      Data Sekunder

Yaitu data yang diperoleh dari sumber-sumber lain yaitu buku-buku atau literatur-literatur serta yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.

3.6  Populasi dan Sampel

     Populasi adalah sekelompok obyek, orang atau keadaan yang paling tidak memiliki satu karateristik umum yang sama (Furqon, 1997). Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo yang menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber berjumlah + 100 orang.

Tahap selanjutnya adalah menentukan sempel. Dalam hal ini, tekhnik pengambilan sampel yang di gunakan adalah sample random sampling atau sampel acak sederhana. Sampel acak sederhana adalah sebuah sampel sederhana yang diambil demikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel (Singarimbun dan Effendi, 1989).

  1. Sampel yang diambil untuk diteliti sebanyak 75 sampel dengan responden seluruh mahasiswa mahasiswi Unsiq yang menabung di BMT Surya Sekawan Kalibeber. Penentuan jumlah sampel

Adapun rumus pemilihan sampel tersebut adalah:  

                        n= 1/4 [Z/E]2

Dimana:

n  =  besarnya sampel

Z   =   nilai Z pada

α    =   tarif signifikasi

E = tingkat kesalahan pengambilan sampel maksimum yang diinginkan peneliti.

Dalam penelitian ini, tingkat signifikasi yang digunakan adalah α = 5% dari 100%, sehingga dapat  dikatakan bahwa 95% hasil dari pengmbilan sampel adalah benar dan hasil yag signifikan adalah sama. Kemudian kesalahan maksimum yang dialami dalam penelitian ini 10% atau E= 0,1 dimana hal ini dapat diartikan dengan adanya E sebesar 10% merupakan kasalahan maksimum yang mungkin dialami oleh peneliti dalam penelitian ini. Berdasarkan rumus tersebut maka jumlah sampel dapat dihitung sebagai berikut:

n =1/4 [Z/E]2

n =1/4 [1,96/0,1]2

n = 0,25 * 384,16

n = 96,04  ~ 96

Berdasarkan perhitungan diatas kami menambahkan sampel sebanyak 4 responden sehingga sampel yang akan diteliti ditetapkan sebanyak 100 responden, tetapi dari sejumlah responden di atas yang kembali hanya 75 responden. Sehingga kami menyimpulkan menggunakan 75 responden, hal ini dianggap sudah mewakili populasi yang akan diteliti.

 

3.7  Metode Pengumpulan Data dan Metode Analisis

  1. A.  Metode Pengumpulan Data

Untuk menjawab masalah dan menjawab hipotesis yang diajukan dalam penelitian, di perlukan data yang valid. Ada dua data yang digunakan dalam penelitian yakni :

1)      Kuesioner dan angket

Adalah pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan kepada responden untuk diisi, kemudian jawaban yang diisi oleh responden tersebut diberi skor dengan menggunakan skala likert dengan penilaian 5,4,3,2, dan 1.

Jawaban

Skor

 A

5

B

4

C

3

D

2

E

1

Jawaban

Skor

A

4

 B

3

C

2

D

1

Jawaban

Skor

A

2

B

1

Keterangan :

Dari metode penilaian yang kami buat seperti gambar di atas kami membuat skala likert dengan tiga (3) macam penilaian.

2)      Observasi

Yaitu dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi penelitian.

B.     Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1)      Analisis kualitatif

Analisis kualitatif merupakan interprestasi dari data yang didapat dalam penelitian serta hasil pengolahan data yang dilakukan.

2)      Analisis kuantitatif

Yaitu analisis data yang menggunakan angka-angka yang telah diproses melalui pengolahan dan perhitungan dari hasil mengumpulkan data kuesioner.

Analisis ini melalui kegiatan :

  1. Tabulasi

Yaitu proses perhitungan frekuensi dan penyajian data dalam tabel-tabel untuk analisis lebih lanjut.

  1. Skala pengukuranYaitu dengan menentukan skor dimana memberikan penelitian atas jawaban responden.

3.8 Tehnik analisis data

3.8.1 uji kualiditas data

Kualitas data yang dihasilkan dari pegunaan instrumen penelitian data dievaluasi melalui uji reliabilitas dan uji validitas.uji tersebut masing-masing untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan dari penggunaan instrumen kuesioner ( huck dan cormier, 1996 ).

  • Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk menggukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengugkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas yang digunakan adalah dengan menghitung kolerasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan masing-masing skor setiap konstruknya (Ghozali, 2006).

  • Uji Reliabilitas

Suatu koesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang adalah konsisten dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas ini menggunakan konsistensi internal yaitu teknik cronbach alpha (α). Apabila cronbach alpha dari hasil pengujian >0,600 maka dapat dikatakan bahwa variabel ini reliabel.

3.8.2 Uji Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi merupakan suti ukuran yang menunjukkan arah dan kekuatan ( kuat lemahnya) hubungan antara variabel bebas atau variabel independent (X) dengan variabel terkait atau variabel dependent (Y) arah dan kekuatan ( kuat lemahnya) hubungan antara variabel bebas atau variabel independent (X) dengan variabel terkait atau variabel dependent (Y) baik secara persial maupun simultan. Dalam penelitian ini hubungan antara fasilitas (X1), lokasi (X2) dan pelayanan (X3) baik secara persial maupun secara simultan terhadap mahasiswa menabung (Y) di BMT Surya Sekawan  Kalibeber.

3.8.3 Uji Koefisien Determinasi

Kofisien determinasi adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauh mana variabel terkait (Y) dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X). Jika besarnya nilai pada variabel (X) berubah maka akan menyebabkan pada besarnya nilai pada variabel (Y), artinya naik turun X akan membuat nilai Y juga naik turun (bervariasi). Namun nilai Y bervariasi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor X saja, karena masih banyak faktor lain yang menyebabkan.

Sehingga dalam penelitian ini, variabel terkait (Y) yakni mahasiswa menabung dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X) yakni fasilitas, lokasi dan pelayanan. Jika fasilitas, lokasi, dan pelayanan semakin baik maka mahasiswa menabung yang dibebankan juga akan naik. Namun apabila fasilitas, lokasi dan pelayanan berkurang maka mahasiswa menabung dibebankan akan turun.

3.8.4 Uji Persamaan Garis Regresi

Persamaan garis regresi adalah suatu persamaan garis yang dibuat berdasarkan rumus matematik yang menunjukkan hubungan sebab akibat antara variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terkait (Y).

Variabel X merupakan “variabel sebab” atau variabel independent.

Variabel Y merupakan “variabel akibat” atau variabel dependent.

Dalam penelitian ini, untuk mendapatkan persamaan garis regresi tersebut, dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

Y’ = a + b1X1+ b2X2 +b3X3 + ERROR

 

                Dimana :      Y’        = persamaan garis regresi

a          = konstanta

b1            = lereng garis / slope pada variabel fasilitas

b2         = lereng garis / slope pada variabel kegiatan lokasi

b3         = lereng garis / slope pada variabel pelayanan

X1        = variabel fasilitas

X2        = variabel lokasi

X3        = variabel pelayanan

Sedangkan untuk menghitung koefisien induk a, b1, b2, dan b3 dapat dilakukan dengan melakukan regression liniea pada SPSS 16 yakni uji Coefficients Model Unstandardized Coefficient (B).

3.8.5 Uji Hipotesis

Untuk membuktikan kebutuhan hipotesis yang menyatakan :

H1       :Fasilitas berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan  Kalibeber.

H2       : Lokasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan  Kalibeber.

H3       : Pelayanan berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan  Kalibeber.

H4       : Fasilitas, lokasi dan pelayanan terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung di BMT Surya Sekawan

 

Dapat dilihat dari tingkat signifikasi yaitu :

Ha diterima, jika nilai signifikan variabel < α = 0,05.

Ha ditolak, jika nilai signifikan variabel > α = 0,05.

Apabila probabilitasnya < 0,05 maka Ha diterima atau koefisien regresi diterima, artinya terdapat pengaruh positif fasilitas, lokasi dan pelayanan terhadap mahasiswa menabung yang dibebankan di BMT Surya Sekawan Kalibeber baik secara parsial maupun simultan.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Uji Kualitas Data

Sebelum dilakukan pengolahan data, data yang diperoleh melalui koesioner perlu untuk diuji kebenaran dan kehandalahannya. Pengujian dilakukan dengan uji validitas dan reabilitas.

4.1.1 Uji Validitas

Uji validitas dimaksudkan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu koesioner dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut ( Ghozali, 2007 ). Uji validitas yang digunakan adalah dengan menghitung korelasi bivariate antara masing-masing skor indikator dengan total konstruk. Suatu indikator dikatakan valid apabila korelasi antara masing-masing indikator menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.1

Hasil Uji Validitas

Variabel

Kisaran korelasi

Sig.

Keterangan

Minat mahasiswa untuk menabung

0,325** – 0,818**

0,003

VALID

Fasilitas

0,521** – 0,772**

0,000

VALID

Lokasi

0,558** – 0,693**

0,000

VALID

Pelayanan

0,378** – 0,809**

0,001

VALID

Sumber : Lampiran 3 – 6 ,2012

Variabel minat mahasiswa untuk menabung mempunyai kisaran korelasi 0,325 sampai 0,818 dan signifikan pada tingkat 0,003. Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang mahasiswa menabung yang mengukur variabel mahasiswa menabung dapat dinyatakan valid. Variabel fasilitas mempunyai kisaran korelasi 0,521 sampai 0,772 dan signifikan pada tingkat 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang fasilitas yang mengukur variabel fasilitas dapat dinyatakan valid. Variabel lokasi mempunyai kisaran korelasi 0,558 sampai 0,692 dan signifikan pada tingkat 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang lokasi yang mengukur variabel lokasi dapat dinyatakan valid. Variabel pelayanan mempunyai kisaran korelasi 0,378 sampai 0,809 dan signifikan pada tingkat 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang pelayanan yang mengukur variabel pelayanan dapat dinyatakan valid.

Jadi, secara keseluruhan uji validitas dalam penelitian ini telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Semua item pertanyaan pada setiap variabel yang di uji baik dari variabel dependent maupun variabel independent semuanya menunjukkan hasil yang valid.

4.1.2 Uji Reabilitas

Uji reabilitas dimaksudkan untuk mengukur suatu koesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu koesioner dikatakan reliabel apabila jawaban responden dari pertanyaan pada setiap variabel selalu konsisten dari waktu ke waktu. Formul statistik yang digunakan untuk mengukur reabilitas adalah uji statistik cronbach alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha (α) > 0,600 ( Nunnally, 1967 ) yang dikutip Ghozali, Imam ( 2007 ). Hasil uji reliabilitas ini di tunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 4.2

Hasil Uji Reabilitas

Variabel

Cronbach Alpha (α)

Keterangan

Minat mahasiswa untuk menabung

0,719

Reliabel

Fasilitas

0,735

Reliabel

Lokasi

0,699

Reliabel

Pelayanan

0,855

Reliabel

Sumber : Lampiran 7- 10, 2012

Variabel minat mahasiswa untuk menabung memiliki nilai Cronbach Alpha 0,719. Nilai tersebut di atas nilai Cronbach Alpha 0,600 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan tentang mahasiswa menabung adalah reliabel. Variabel fasilitas memiliki nilai Cronbach Alpha 0,735. Nilai tersebut di atas nilai Cronbach Alpha 0,600 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan tentang fasilitas adalah reliabel. Variabel lokasi memiliki nilai Cronbach Alpha 0,699. Nilai tersebut di atas nilai Cronbach Alpha 0,600 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan tentang lokasi adalah reliabel. Variabel pelayanan memiliki nilai Cronbach Alpha 0,855. Nilai tersebut di atas nilai Cronbach Alpha 0,600 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan tentang pelayanan adalah reliabel.

Jadi, secara keseluruhan uji reliabilitas yang dilakukan dalam penelitian ini telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat dari nilai cronbach alpha yang lebih besar dari nilai batas atas cronbach alpha 0,600. Sehinggal seluruh pertanyaan yang berkaitan dengan variabel mahasiswa menabung, fasilitas, lokasi dan pelayanan adalah reliabel.

4.2 Uji Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi merupakan suatu ukuran yang menunjukkan arah dan kekuatan (kuat lemahnya) hubungan antara variabel bebas atau variabel independent (X) dengan variabel terikat atau variabel dependent (Y) yaitu hubungan antara fasilitas (X1), lokasi (X2) dan pelayanan (X3) baik secara persial maupun simultan terhadap mahasiswa menabung yang dibebankan di Universitas Sains Al-Qur’an di Wonosobo. Hasil uji koefisien korelasi ini dapat dilihat pada tabel 4.3 ( pengujian secara persial ) dan tabel 4.4 (pengujian secara simultan ).

Tabel 4.3

Hasil Uji Koefisien Korelasi ( Secara Parsial )

Variabel

Mahasiswa menabung

Fasilitas

Lokasi

Pelayanan

Minta mahasiswa untuk menabung

1

-0,020

-0,019

0,348

Fasilitas

-0,020

1

0,397

0,322

Lokasi

-0,019

0,397

1

0,357

Pelayanan

0,348

0,322

0,357

1

Sumber : Lampiran 11, 2012

Menurut tabel 4.3, tidak ada korelasi antara variabel fasilitas (X1) dengan minat mahasiswa untuk menabung (Y) menunjukkan hasil sebesar -0,020. Tidak ada Korelasi antara variabel lokasi (X2) dengan minat mahasiswa untuk menabung (Y) menunjukkan hasil sebesar -0,019. Korelasi antara variabel pelayanan (X3) dengan mahasiswa menabung (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,348 artinya terdapat hubungan yang  dan positif variabel pelayanan (X3) terhadap variabel mahasiswa menabung (Y).

Tabel 4.4

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

0,392

0,154

0,118

2.43657

Sumber : Lampiran 11, 2012

Koefisien korelasi secara simultan dapat dilihat pada tabel 4.4. nilai R pada tabel 4.4 menunjukkan besarnya koefisien korelasi secara simulasi yakni sebesar 0,392 yang artinya terhadap hubungan yang lemah antara variabel fasilitas, lokasi dan pelayanan (variabel X) terhadap variabel minat mahasiswa untuk menabung (variabel Y).

Jadi, secara keseluruhan uji koefisien korelasi yang dilakukan dalam penelitian ini telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Hali ini dapat dilihat dari adanya hubungan yang kuat dan positif variabel X terhadap variabel Y baik secara parsial maupun simultan.

4.3. Uji Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauh mana variabel terkait (Y) dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X). Jika besarnya nilai pada variabel (X) berubah, maka akan menyebabkan perubahan pula pada besarnya nilaipada variabel (Y), artinya naikturunnya vriabel X akan membuat nilai Y juga naik turun (bervariasi). Namun nilai Y bervariasi tidak semata-mata disebabkan nilai X saja, karena masih banyak faktor lain yang menyebabkannya.

Sehingga dalam penelitian ini, variabel terikat (Y) yakni mahasiswa menabung dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X) yakni fasilitas, lokasi dan pelayanan. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 4.4.

Di dalam tabel 4.4 terdapat nilai R Square (R2) sebesar 0,118 artinya variabel fasilitas, lokasi, dan pelayanan dapat menerangkan valiabilitas sebesar 11,8%, sedangkan sisanya 88,2% disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti faktor penghasilan orang tua, kemajuan ilmu, pengetahuan dan lain-lain.

4.4 Uji Persamaan Garis Regresi

Persamaan garis regresi adalah suatu persamaan garis yang dibuat berdasarkan rumus matematik yang menunjukkan hubungan sebab akibat antara dua variabel yaitu variabel (X) dan variabel terikat (Y).

Variabel X merupakan “variabel sebab” atau variabel independent.

Variabel Y merupakan “variabel akibat” atau variabel dependent.

Dalam penelitian ini, untuk mendapatkan persamaan garis regresi tersebut, dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

Y’ = a + b1X1+ b2X2 +b3X3 + ERROR

 

               

                Dimana :      Y’        = persamaan garis regresi

a          = konstanta

b1            = lereng garis / slope pada variabel fasilitas

b2         = lereng garis / slope pada variabel kegiatan lokasi

b3         = lereng garis / slope pada variabel pelayanan

X1        = variabel fasilitas

X2        = variabel lokasi

X3        = variabel pelayanan

Sedangkan untuk menghitung koefisien induk a, b1, b2, dan b3 dapat dilakukan dengan melakukan regression liniea pada SPSS 16 yakni uji Coefficients Model Unstandardized Coefficient (B) yang dapat dilihat pada tabel 4.5

Tabel 4.5

Coefficients

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T

Sig.

B

Std. Error

Beta

1 (Constant)

12.773

2.822

4.526

0,000

fasilitas

-0,257

0,293

-0,107

-0,879

0,383

Lokasi

-0,299

0,285

-0,130

-1.050

0,297

pelayanan

0,403

0,113

0,429

3.585

0,001

Sumber : Lampiran 11, 2012

Berdasarkan tabel 5, persamaan garis regresinya adalah

Y = 12.773-0,257 X1-0,299X2+0,403X3+2,43657

Hasil perhitungan yang telah dilakukan menghasilkan suatu persamaan menunjukkan besarnya nilai X merupakn regresi yang diestimasikan sebagai berikut :

  • Nilai konstanta (a) sebesar 12,773 artinya apabila fasilitas (X1), lokasi (X2), pelayanan (X3) dalam keadaan konstanta atau 0, maka minat mahasiswa untuk  menabung (Y) nilainya sebesar 12,773.
  • b1 ( koefisien regresi X1) sebesar -0,257 artinya apabila fasilitas naik sebesar 1% maka fasilitas tidak mempengaruhi minat mahasiswa untuk menabung turun sebesar 0,257%.
  • b2 ( koefisien regresi X2) sebesar -0,299 artinya apabila lokasi naik sebesar 1% maka lokasi tidak mempengaruhi minat mahasiswa untuk menabung turun sebesar 0,299%.
  • b3 ( koefisien regresiX3) sebesar 0,403 artinya apabila pelayanan naik sebesar 1% maka minat mahasiswa untuk menabung  naik sebesar 40,3%.

Jadi secara keseluruhan, persamaan garis regresi tersebut mengandung arti bahwa fasilitas dan lokasi tidak berpengaruh pada mahasiswa menabung. Pelayan berpengaruhi positif terhadap mahasiswa menabung.

4.5. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan dengan persamaan uji berganda uji persial dan uji simultan dengan bantuan perangkat lunak program SPSS versi 16. Uji persial digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel fasilitas terhadap minat mahasiswa untuk menabung (H1), lokasi terhadap minat mahasiswa untuk  menabung (H2), pelayanan terhadap minat mahasiswa untuk menabung (H3). Sementara uji simultan digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama antara variabel fasilitas, lokasi, pelayanan terhadap minat mahasiswa untuk menabung (H4).

4.5.1 Pengaruh Fasilitas Terhadap Minat Mahasiswa Untuk Menabung

Pengaruh fasilitas terhadap minat mahasiswa untuk menabung (H1) diuji dengan regresi berganda uji persial. Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.6.

Tabel 4.6

Hasil Pengujian

Pengaruh fasilitas terhadapa minat mahasiswa untuk menabung

Variabel

Coeff

Sig.

Hasil

Fasilitas

-0,257

0,383

Tidak signifikan

Sumber : Lampiran 11, 2012

Berdasarkan tabel 4.6, dapat dilihat pengaruh fasilitas terhadap minat mahasiswa untuk menabung yang memiliki coeffisien sebesar -0,257 dan signifikan pada 0,383. Hal ini berarti bahwa H1 yang menyatakan bahwa fasilitas berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk menabung ditolak karena nilai signifikan variabel fasilitas seperti yang tertera pada tabel 4.6 yakni sig. pada 0,383 > α = 0,05. Artinya fasilitas tidak berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk menabung.

4.5.2. Pengaruh Lokasi Terhadap Minat Mahasiswa Untuk Menabung

Pengaruh lokasi terhadap minat mahasiswa untuk menabung (H2) diuji regresi linier berganda uji persial. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 4.7.

Tabel 4.7

Hasil pengujian

Pengaruh lokasi terhadap minat mahasiswa untuk menabung

Variabel

Coeff.

Sig.

Hasil

Lokasi

-0,299

0,297

Tidak signifikan

Sumber : Lampiran 11, 2012

Berdasarkan tabel 4.7, dapat dilihat pengaruh lokasi terhadap minat mahasiswa untuk menabung yang memiliki coeffisien sebesar -0,299 dan signifikan pada 0,297. Hal ini berarti bahwa H2 Yang menyatakan bahwa lokasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk menabung ditolak karena nilai signifikan variabel lokasi seperti yang tertera pada tabel 4.7 yakni sig. pada 0,297 > α = 0,05. Artinya lokasi tidak berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk menabung.

4.5.3 Pengaruh Pelayanan Terhadap Minat Mahasiswa Untuk Menabung

Pengaruh pelayanan terhadap minat mahasiswa untuk menabung (H3) diuji dengan regresi berganda uji persial. Hasil pengujian ini dapat di lihat pada tabel 4.8.

Tabel 4.8

Hasil Pengujian

Pengaruh pelayanan terhadap minat mahasiswa untuk menabung

Variabel

Coeff

Sig.

Hasil

Pelayanan

0,403

0,001

Signifikan

Sumber : Lampiran 11, 2012

Berdasarkan tabel 4.8, dapat dilihat pengaruh pelayanan terhadap minat mahasiswa untuk menabung yang memiliki coeffisien sebesar 0,403 dan signifikan pada 0,001. Hal ini berarti bahwa H3 Yang menyatakan bahwa pelayanan berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk menabung diterima karena nilai signifikan variabel pelayanan seperti yang tertera pada tabel 4.8 yakni sig. pada 0,001 < α = 0,05. Artinya pelayanan berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk menabung.

4.5.4 Pengujian Pengaruh Fasilitas, Pelayanan dan Lokasi terhadap minat mahasiswa untuk menabung

Pengaruh fasilitas, pelayanan dan lokasi terhadap mahasiswa menabung (H4) di uji dengan regresi berganda uji slimutan. Hasil pengujian ini dapat dilihat pad tabel 4.9.

Tabel 4.9

Hasil Pengujian

Pengaruh fasilitas, lokasi dan pelayanan terhadap minat mahasiswa untuk menabung

Model

Sum of Squares

Df

Mean Square

F

Sig.

1 Regression

76.562

3

25.521

4.299

.008a

Residual

421.518

71

5.937

Total

498.080

74

Sember : Lampiran 11, 2012

Berdasarkan tabel 4.9, dapat dilihat pengaruh fasilitas, pelayanan dan lokasi terhadap minat mahasiswa untuk menabung yang memiliki signifikasi pada 0,008, hal ini berarti bahwa H4 yang menyatakan bahwa fasilitas, pelayanan dan lokasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk menabung diterima seperti yang tertera pada tabel 4.9 yakni sig. pada 0,008 <  α = 0,05. Artinya ketiga variabel bebas yakni fasilitas, pelayanan dan lokasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk menabung.

4.6 Pembahasan

Berdasarkan pengujian data empiris menggunakan SPSS 16 pada tabel 4.10 akan ditampilkan ringkasan hasil akhir dari pengujian hipotesis yang menjelaskan bahwa pengujian hipotesis (H1, H2, H3, H4 ) diterima ataupun ditolak.

Tabel 4.10

Ringkasan hasil pengujian hipotesis

No

Hipotesis

Hasil akhir

H1

Fasilitas berpengaruh positif terhadap mahasiswa menabung

Ditolak

H2

Lokasi berpengaruh positif terhadap mahasiswa menabung

Ditolak

H3

Pelayanan berpengaruh positif terhadap mahasiswa menabung

Diterima

H4

Fasilitas, lokasi dan pelayanan berpengaruh positif terhadap mahasiswa menabung

Diterima

Sumber : Lampiran 11, 2012

4.6.1 Pengaruh Fasilitas Terhadap Mahasiswa Menabung

Tabel 4.10 menunjukkan bahwa fasilitas tidak berpengaruh positif terhadap mahasiswa menabung, ini menunjukkan bahwa fasilitas tidak memberikan konstribusi yang cukup terhadap mahasiswa menabung yang dibebaninya. Artinya, semakin banyak fasilitas yang disediakan di BMT Surya Sekawan tidak akan berpengaruh pada mahasiswa meanabung. Begitupun sebaliknya, semakin sedikit fasilitas yang tersedia tidak pula berpengaruh terhadap mahasiswa menabung yang dibebankan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 yang menyatakan fasilitas berpengaruh positif terhadap mahasiswa menabung adalah ditolak.

4.6.2 Pengaruh Lokasi Terhadap Mahasiswa Menabung

Tabel 4.10 menunjukkan bahwa lokasi tidak berpengaruh positif terhadap mahasiswa menabung, ini menunjukkan bahwa lokasi tidak memberikan konstribusi yang cukup terhadap mahasiswa menabung yang dibebaninya. Artinya, semakin luas area lokasi yang disediakan di BMT Surya Sekawan tidak akan berpengaruh pada mahasiswa meanabung. Begitupun sebaliknya, semakin sempit area lokasi yang tersedia tidak cukup memadai berpengaruh terhadap mahasiswa menabung yang dibebankan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 yang menyatakan lokasi berpengaruh positif terhadap mahasiswa menabung adalah ditolak.

4.6.3 Pengaruh Pelayanan Terhadap Mahasiswa Menabung

Tabel 4.10 menunjukkan bahwa pelayanan tidak berpengaruhi positif terhadap mahasiswa menabung, ini menunjukkan bahwa pelayanan tidak memberikan konstribusi yang cukup terhadap mahasiswa menabung yang dibebaninya. Artinya, semakin memuaskan pelayanan yang disediakan di BMT Surya Sekawan tidak akan berpengaruh pada mahasiswa meanabung. Begitupun sebaliknya, semakin kurang pelayanan yang diberikan akan berpengaruh terhadap mahasiswa menabung yang dibebankan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 yang menyatakan pelayanan berpengaruh positif terhadap mahasiswa menabung adalah diterima.

4.6.4 Pengaruh Fasilitas, Lokasi dan Pelayanan Terhadap Mahasiswa Menabung

Tabel 4.10 menunjukkan bahwa fasilitas, lokasi dan pelayanan berpengaruh positif terhadap mahasiswa menabung, ini menunjukkan bahwa pelayanan memberikan kontribusi yang kuat terhadap mahasiswa menabung yang dibebankan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 yang menyatakan fasilitas, lokasi dan pelayanan berpengaruh positif terhadap mahasiswa menabung adalah diterima. Artinya semakin tinggi tingkat fasilitas, lokasi dan pelayanan akan mempengaruhi besarnya mahasiswa menabung. Begitupun sebaliknya, semakin rendah tingkat fasilitas, lokasi dan pelayanan maka akan mempengaruhi kecilnya mahasiswa menabung yang dibebankan.

BAB V

KESIMPULAN

   Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas, lokasi dan pelayanan terhadap minat mahasiswa UNSIQ untuk menabung dalam memilih BMT Surya Sekawan Kalibeber. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan melalui kuesioner terhadap mahasiswa sejumlah 75 responden yang tersebar pada seluruh fakultas di Universitas Sains Al-Qur’an.

Selain itu pengambilan data melalui kuesioner kepada nasabah yang ada pada saat itu, bisa saja jawaban yang ada tidak dipikirkan dengan seksama karena tertuju pada kesibukan pada saat kuliah atau pada saat pengisian koesioner.

 

DAFTAR PUSTAKA

dinaakunt.files.wordpress.com/2011/07/prop-metpen1.doc

Edar Sugiarto, sikologi pelayanan dalam industri jasa,(Jakarta :Gramedia pustaka umam,2002.) hal 27

Kasmir, Etika Custemer Service, ( Jakarta : Rajawali Prees, 2005.) hal 15

Azwar,S. 1997.Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Andi offsiet.

Hadari,Nawawi. 1983. Metode Penelitian Bidang Sosial.Yokyakarta: Gajah Mada University Press.